“Copot eh copet…”

Juni 17th, 2011 by mizanwongkito

Barangkali kalian pernah melihat orang yang ngomong tak beraturan lantaran kaget terhadap sesuatu. Ya, itulah yang dinamakan latah. Latah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap secara tak terkendali setelah terjadinya reaksi kaget. Saat latah muncul yang berkuasa alam bawah sadar (subconcious).
Lalu kenapa bisa terjadi latah? Penyebab utama latah adalah kecemasan atau tertekan gara-gara stres. Beberapa teori yang menyebutkan kalau latah muncul karena yang bersangkutan cemas terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata-rata dalam kehidupan pengidap latah selalu terdapat tokoh otoriter, entah ayah atau ibu. Bisa jadi, latah merupakan jalan pemberontakannya terhadap dominan orang tua yang sangat menekan.
Adapula pendapat kalau latah terjadi gara-gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan oleh lingkungannya. Misalnya gara-gara latah, seseorang merasa diperhatikan dan diperhatikan oleh lingkungan. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian. Latah semacam ini disebut ”latah gaul”.
Ternyata latah juga bermacama-macam, nih. Ada ekolalia, di mana biasanya si latah mengulangi perkataan orang lain. Ada pula ekopraksia, yakni meniru gerakan orang lain. Berikut ini kerap ditemui; koprolalia yaitu mengucapkan kata-kata yang dianggap kotor. Selain itu ada juga Automatic obedience, yakni melaksanakan perintah secara spontan pada saat terkejut, misalnya; ketika penderita dikejutkan dengan seruan perintah seperti ”sujud” atau ”peluk”, ia akan segera melakukan perintah itu.
Untuk mengurangi dan menyembuhkan latah, seseorang harus bisa menemukan ketenangan hidup. Misalnya nih, keluar dari rumah kalau orang tuanya sering melakukan tekanan atau berganti bidang pekerjaan jika pekerjaannya itu membuatnya stres.
Buat menyembuhkan si latah, lingkungan memang harus berempati. Ada penderita latah yang sembuh sendiri setelah berkeluarga dan hidup tenang. Selebihnya, penderita dianjurkan melakukan latihan relaksasi, meditasi, dan konsentrasi secara rutin. Kegiatan ini bakal membantu penderita menuju kesembuhan. Sering-seringlah melakukan aktivitas menyenangkan yang nggak bikin stress.
Terapi puasa cukup populer di Eropa maupun AS. Kabar gembira lain, hasil riset terakhir membuktikan kalau puasa yang dijalankan secata tepat dan benar, bisa berfungsi sebagai terapi bagi penderita latah. Ini bersumber kepada fakta bakti bahwa pausa dapat membuat seseorang lebih mampu menguasai dan mengendalikan diri. (x15/berbagai sumber)

Eskalator Terpendek Di Dunia

Juni 17th, 2011 by mizanwongkito

Eskalator umumnya dibuat agar orang dapat naik turun dengan mudah dari dan menuju tempat yang tinggi. Tapi tidak dengan eskalator yang terdapat di Kawasaki More Department Store ini. Dengan tinggi hanya 83,4 cm, eskalator ini cuma memiliki 5 buah anak tangga. Sampai sekarang masih menjadi pertanyaan, untuk apa benda ini dibuat? Apakah untuk membantu orang cacat yang tidak dapat berjalan?
Uniknya lagi, escalator ini hanya untuk turun, bukan untuk naik. Sebenarnya di sebelahnya pun sudah terdapat tangga. Eskalator ini pun dinobatkan Guinness Book of Record sebagai eskalator terpendek di dunia. Mungkin lebih tepatnya eskalator yang paling tidak berguna. (x15/berbagai sumber)

Organisme Terbesar Di Muka Bumi

Juni 17th, 2011 by mizanwongkito
Armillaria Ostoyae

Armillaria Ostoyae

Organisme apakah yang paling besar di muka bumi? Gajah? Bukan. Paus Biru? Bukan juga. Jawabannya adalah Armillaria solidipes (sebelumnya bernama Armillaria ostoyae), yang biasa dikenal dengan jamur madu. Awalnya jamur raksasa ini cuma berupa spora tunggal yang sangat kecil hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Namun jamur yang telah berumur 2.400 tahun lebih itu membesar dan membunuh pepohonan di sekitarnya. Saat ini, jamur tersebut telah menempati area seluas 880 hektar di Hutan Nasional Malheur, Oregon, Kanada.
Jamur raksasa ini membentang sepanjang 5,6 kilometer dan hidup di bawah tanah dengan kedalaman hingga 3 kaki ke dalam tanah. Wilayah yang diselimutinya sama dengan 1.665 kali lapangan sepakbola!
Penemuan ini berawal di tahun 1998 setelah Catherine Parks, seorang ilmuwan di Pacific Northwest Research Station di La Grande, Oregon, mengetahui tentang pohon besar yang mati dari akar ke akar di hutan sebelah timur kota Prairie.
Dengan menggunakan foto udara, Parks melihat bahwa area dipenuhi dengan pepohonan yang sekarat. Dia kemudian mengidentifikasi jenis jamur dalam tes DNA. Dengan membandingkan unsur jamur yang tumbuh pada 112 buah sample akar yang diambilnya, ternyata 61 di antaranya merupakan organisme yang sama. Artinya, sebuah jamur telah tumbuh begitu besar dari apa yang pernah dibayangkan orang.
Satu-satunya bukti di permukaan dari jamur ini adalah munculnya bulatan berwarna keemasan saat musim gugur yang disertai hujan. “Mereka bisa dimakan, tapi rasanya bukan yang terbaik,” kata Tina Dreisbach, ahli botani dan ahli jamur dari Dinas Kehutanan di Corvallis, Oregon.
Jika menggali ke dalam akar pohon yang terkena jamur, akan ada sesuatu yang terlihat seperti lukisan karet putih. Itu adalah bentangan mycelium, yang mengalirkan air dan karbohidrat dari pohon sebagai makanan bagi jamur.
Sebelumnya di tahun 1992, sebuah jamur Armillaria solidipes pernah ditemukan di Washington, menutupi wilayah seluas 600 hektar lebih di dekat Gunung Adams. Itu menjadikannya organisme terbesar yang pernah diketahui saat itu. “Kami memutuskan untuk mencari satu yang lebih besar darinya,” kata Gregory Filip, profesor dari Oregon State University. (x15/berbagai sumber)

Kopi, Minuman Favorit yang Terlarang

Juni 17th, 2011 by mizanwongkito
Biji kopi luwak segar yang merupakan kotoran luwak.

Biji kopi luwak segar yang merupakan kotoran luwak.

Menyeruput kopi sudah jadi kebiasaan sebagian orang, baik saat memulai hari di waktu pagi ataupun menemani suasana dingin di malam hari. Nah, kopi yang tiap hari kita minum ternyata punya sejarah panjang, lho. Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing di Abessynia (sekarang Ethiopia) yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu dia sedang menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 Masehi. Dari sana, kopi lalu menyebar ke daratan Mesir dan Yaman. Kemudian pada abad ke-15 menjangkau lebih luas lagi ke Persia, Mesir, Turki, dan Afrika Utara.
Namun, versi lain mengatakan kopi ini memang berasal dari Abessynia, tapi lain cerita di mana Ali al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk membuatnya tetap terjaga demi menjalankan shalat malam. Dari sinilah khasita kopi menyebar sebagai minuman penghilang rasa kantuk.
Kopi luwak termasuk kopi yang paling unik dan paling enak rasanya. Kopi asli Indonesia ini diperoleh dengan cara unik; biji kopinya diambil dari kotoran binatang luwak, sejenis musang liar. Sebetulnya kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi biasa, hanya saja buah kopi yang sudah matang di pohonnya itu dimakan luwak. Yang menyebabkannya istimewa adalah insting luwak yang hanya memilih buah kopi terbaik untuk dimakan. Karena produksi kopi ini sangat sedikit dan rasanya enak, harganya bisa mencapai U$300 hingga U$500 dolar per kilogramnya!
Kopi tidak begitu saja jadi minuman favorit di dunia. Awalnya di Italia, para pendeta melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa kopi dimasukkan para sultan muslim untuk menggantikan anggur. Tak hanya melarang bahkan juga menghukum orang-orang yang minum kopi. Sementara di tahun 1656, di Kerajaan Usmaniyah dilarang membuka kedai-kedai kopi. Orang-orang yang minum kopi pun diberi hukuman cambuk pada pelarangan pertama.ilust-kopi-arabika
Dulu, Indonesia pernah menjadi eksoprtir kopi terbesar di dunia. Namun hal itu sebelum tahun 1880-an, di mana saat itu terjadi wabah hama karat daun yang memusnahkan kopi Arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1 km d atas permukaan laut, dari Sri Lanka hingga Timor. Akhirnya Brasil dan Kolombia mengambil alih peran sebagai eksportir kopi Arabika terbesar hingga kini. Pada masa jaya itu pula, industri kopi di Jawa pernah berpameran di Amerika Serikat untuk memperkenalkan kopi, sehingga orang Amerika mengenal kopi dan menjuluki minuman itu dengan Java. Nah, nama Java ini pun dijadikan nama sebuah bahasa pemrogaraman. (programming language) dengan secangkir kopi sebagai logonya. Konon, James Gosling si pengembang Java, menyukai kopi murni yang digiling langsung dari bijinya (kopi tubruk). Karena kopi ini berasal dari Pulau Jawa, jadi nama bahasa pemrograman Java tidak lain berasal dari kata Jawa (bahasa Inggris untuk Jawa adalah Java). (x15/berbagai sumber)

Si Meong, Predator Terhebat Di Dunia

Juni 17th, 2011 by mizanwongkito
Seekor kucing liar Afrika di Kebun Binatang Johannesburg, Afsel.

Seekor kucing liar Afrika di Kebun Binatang Johannesburg, Afsel.

Ternyata, kucing yang bernama Latin Felis silvestrid-catus, terutama kucing rumahan adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia. Kucing ini mampu membunuh atau memakan beberapa ribu spesies, mengalahkan kucing besar (seperti singa, harimau, dan sejenisnya) yang cuma bisa memangsa kurang dari 100 spesies. Namun karena ukurannya terbilang kecil, maka nggak berbahaya bagi manusia. Hehe. Syukurlah. Tapi, tetap bahaya juga kalau kucing ini terinfeksi rabies.
Sejak 3500 tahun lalu, kucing telah hidup bersama dengan manusia. Dulu, orang Mesir kuno memakai kucing untuk menjaga hasil panen dari hama tikus dan hewan pengerat. Namun, percaya nggak percaya, di dunia ini cuma ada 1 persen populasi kucing yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah hasil pencampuran berbagai ras atau biasa disebut kucing kampung. Karenanya nggak heran kalau kucing ras paling sering dicari dan mahal harganya.
Di Indonesia, suara kucing ditulis dengan kata ‘Meong’. Dalam bahasa Inggris yang dipakai di Amerika, suara kucing ditulis dengan ‘Meow’. Di negara Inggris, suaranya ditulis ‘Miaow’. Sementara di Jepang, sering ditulis dengan kata ‘Nya’.
Berat badan kucing biasanya berkisar antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang melebihi 10 kilogram. Bahkan bila diberi makan lebih, berat hewan imut ini bisa mencapai 23 kilogram! Dalam penangkaran, kucing dapat berusia selama 15 hingga 20 tahun. Kucing tertua pernah diketahui dapat hidup hingga 36 tahun, lho! Sementara kucing liar yang hidup di lingkungan modern Cuma mampu hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
Kucing termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat, tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadang kucing memuntahkan semacam hairball atau gulungan rambut yang terkumpul dalam perutnya. Sementara itu, kucing  dapat menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidurnya bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan lama rata-rata 13-14 jam. Tapi nggak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam sehari!
Percaya nggak percaya, di Abad Pertengahan kucing dianggap jelmaan penyihir dan sering dibunuh dengan cara dibakar dan dilempar dari tempat tinggi. Sejumlah ahli sejarah percaya kalau wabah Black Death alias wabah pes menyebar di Eropa dengan cepat di abad ke-14 akibat takhayul itu. Hal itu disebabkan banyaknya pembunuhan kucing sehingga meningkatkan populasi tikus yang membawa wabah tersebut. Hmm, makanya rawat kucingmu baik-baik, ya. (x15/all sumber)

Virus Komputer Pertama di Dunia

Juni 17th, 2011 by mizanwongkito

computer-virus25330s Virus komputer diperkirakan muncul pertama kali pada Januari 1986, disebut-sebut sebagai virus pertama untuk PC yang pernah dibuat. Virus ini menginfeksi boot sector media penyimpanan data dengan format DOS File Allocation Table (FAT).
(c)Brain, nama virus ini, juga dikenal dengan sebutan virus Lahore, Pakistani, Pakistani Brain, Brain-A dan UIUC. Majalah Businessweek pada waktu itu menyebutnya Pakistani Flu. Percaya atau nggak, virus ini dibuat oleh dua orang bersaudara Basit Farooq Alvi dan Amjad Farooq Alvi yang ternyata masih berusia 19 tahun!
Awalnya kakak beradik ini mengaku pada majalah Time bahwa mereka membuat virus ini untuk melindungi software pengobatan karya mereka dari pembajakan. Virus ini bahkan melengkapi diri dengan alamat dua bersaudara ini berikut tiga nomor telepon yang bisa dihubungi. Tak ketinggalan sebuah pesan yang menyebutkan bahwa jika komputer user terinfeksi maka dianjurkan menghubungi mereka untuk vaksinasi.
Ketika mereka mulai mendapatkan ribuan telepon dari orang-orang berbagai penjuru Amerika Serikat, Inggris, dan lainnya, yang meminta vaksinasi untuk komputer mereka, kakak-beradik ini terperangah dan berusaha menjelaskan bahwa motivasi mereka bukanlah untuk kejahatan. Mereka akhirnya memotong kabel telepon dan menyesal telah membeberkan nomor telepon mereka sejak awal. Wah, nggak kuat jadi orang beken, ya. (x15)

Kecanduan Game Online? Cari Kegiatan Tandingan!

Juni 17th, 2011 by mizanwongkito

DAPAT DIKURANGI: Kecanduan game sebetulnya dapat dikurangi. Caranya imbangi dengan kegiatan tandingan yang lebih nyata.

DAPAT DIKURANGI: Kecanduan game sebetulnya dapat dikurangi. Caranya imbangi dengan kegiatan tandingan yang lebih nyata.

Siapa sih yang nggak suka main game? Zaman yang semakin maju ditandai dengan derasnya arus informasi dan teknologi. Perubahan pun sudah terjadi sedemikian cepatnya. Kalau dulu game yang dikenal sebatas gamewatch atau Nintendo, sekarang teknologi game sudah begitu canggih sehingga dapat dimainkan lewat jaringan internet. Kita akrab menyebutnya game online.

Hmm, emang sangat mengasyikan bermain game online ini. Tak ada masalah memang. Tapi kalau sudah kecanduan sehingga bikin lupa belajar dan kesehatan menurun, itu baru masalah.

Menurut dr. Zulkhair Ali SPPD.KGH, ada sejumlah sebab mengapa game bisa membuat seseorang kecanduan terhadapnya. “Dalam setiap game ada tantangan yang membuat pecandunya terus merasa tertantang,” terang dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Mohammad Hoesin ini. Pada akhirnya, orang yang kecanduan game akan merasa ketergantungan terus menerus dan tidak bisa lepas dari game.

Lanjut Zulkhair, bila orang tersebut tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, ia akan jadi lupa diri. “Si pecandu jadi lupa belajar. Bahkan saat belajar pun ia malah mengingat-ingat permainan game,” katanya.

Selain dampak secara psikologis tadi, kecanduan game pastinya juga berakibat pada kesehatan tubuh. “Secara fisik terutama kesehatan mata. Karena terlalu asyik, banyak yang matanya tidak berkedip lagi. Padahal kedipan mata penting untuk membasahi mata,” jelas Zulkhair.

Banyak pula gamer addicted yang tahan duduk di depan komputer hingga berjam-jam bahkan bermalam-malam. Jelas ini berpengaruh sama pola hidupnya yang tidak teratur. “Hubungan sosialnya dengan orang lain pun ikut terganggu karena jarang berkomunikasi dengan lingkungan sekitar,” tandas pria yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Sumatera Selatan ini.

So, gimana caranya buat mengurangi bahkan kalau bisa menghilangkan kecanduan game? Tentunya juga agar para gamer pemula nggak kecanduan dan bermain sewajarnya. Dokter Zulkhair menyarankan supaya mencari kegiatan ‘tandingan’ selain game yang sama pengaruhnya. Sehingga diharapkan perhatian terhadap game bisa beralih ke kegiatan tersebut. “Kalau kecanduan game olahraga, misalnya, coba untuk berolahraga secara nyata. Bila suka game sepakbola, langsung saja main sepakbola. Atau kalau suka game perang, coba untuk main outbond,” saran beliau

Dari beberapa artikel dan surat kabar pernah melangsir berita tentang remaja yang meninggal dunia akibat terlalu over bermain game online sampai nggak pulang ke rumah. Itu diakibatkan karena downnnya stamina tubuh akibat kelelahan bermain game. Pakar ahli di bidang kedokteran udah menjelaskan dan membenarkan hal tersebut. Bermain game terlalu berlebihan bisa membuat kesehatan atau stamina kita bisa menurun. Salah satunya bisa merusak jaringan saraf mata atau otak, karena terlalu banyak menatap layar komputer. Penurunan stamina disebabkan oleh kurangnya istirahat, itu yang mengakibatkan tubuh menjadi down.

Udah jelas kan gimana bahayanya kecanduan game? Toh, nggak ada yang nggak mungkin. Kalau kamu emang niat buat merubah diri jadi lebih baik, pasti bisa. (x15)

Palembang From The Top

Maret 12th, 2011 by mizanwongkito
Tiga Landmark Kota Palembang; Masjid Agung, Jembatan Ampera, dan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).

Tiga Landmark Kota Palembang; Masjid Agung, Jembatan Ampera, dan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).

Lanskap Kota Palembang; tampak gedung Pasar 16 Ilir di sebelah kiri.

Lanskap Kota Palembang; tampak gedung Pasar 16 Ilir di sebelah kiri.

Lanskap Palembang arah Barat Daya. Tampak gedung Kantor Walikota Palembang yang juga disebut Menara Ledeng.

Lanskap Palembang arah Barat Daya. Tampak gedung Kantor Walikota Palembang yang juga disebut Menara Ledeng.

Kampusku…IAIN Raden Fatah Palembang

Maret 12th, 2011 by mizanwongkito
ASRI: Halaman Masjid Darul Muttaqin tampak asri karena baru saja dipercantik.

ASRI: Halaman Masjid Darul Muttaqin tampak asri karena baru saja dipercantik.

Masjid Darul Muttaqin bisa disebut masjid kampus. Masjid berbentuk bujur sangkar ini berada dalam komplek IAIN Raden Fatah Palembang. Atapnya berbentuk tumpang bertingkat tiga dengan seluruh dinding dilapisi marmer. Pada tahun 2009 lalu dilakukan perbaikan pada taman masjid dengan penambahan conblock. Selain itu, dibangun tempat wudhu dan WC yang baru.

Akhir-akhir ini, makin banyak mahasiswa sholat berjamaah, terutama sholat Zuhur, di masjid yang sering disebut MDM ini.

Darul Muttaqin from the Top

Darul Muttaqin from the Top

Saat sholat Jumat, jamaah masjid membeludak hingga hampir tidak tertampung lagi. Biasanya, saat sholat Jumat jamaah yang datang tidak hanya dari mahasiswa dan dosen IAIN sendiri, tapi juga dari MAN 2, SMK Yanitas, dan masyarakat lainnya. Sehingga, saat ini sepertinya sangat perlu perluasan masjid guna mengantisipasi membeludaknya jamaah sholat Jumat.

Depan Perpus Kampus

Depan Perpus Kampus

Salah satu sudut kampus IAIN RF

Salah satu sudut kampus IAIN RF

Kantor Pusat IAIN Raden Fatah, tempat Pak Aflatun ngantor...

Kantor Pusat IAIN Raden Fatah, tempat Pak Aflatun ngantor…

Ar-Rahman, Rumah Mantan Pecandu Narkoba

September 17th, 2010 by mizanwongkito

Panti Narkoba: Suasana Panti Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Plaju Darat, tempat para mantan pecandu narkoba menjalani penyembuhan.

Panti Narkoba: Suasana Panti Rehabilitasi Narkoba Ar-Rahman, Plaju Darat, tempat para mantan pecandu narkoba menjalani penyembuhan.

“Kami korban, bukan kotoran. Aku ingin sembuh…”


Kalimat ini begitu menyentuh benak kita, sangat jelas terpampang begitu saya tiba di halaman Pusat Rehabilitasi Narkoba (PRN) Ar-Rahman, Plaju Darat Palembang. Yup, panti yang berada di bawah Yayasan Ar-Rahman ini dihuni oleh para ‘korban’ penyalahgunaan narkoba yang sedang menjalani penyembuhan.

Berdiri sejak tahun 2004 silam, PRN Ar-Rahman didirikan oleh sebuah komunitas tasawuf, Majelis Zikir Al-Furqon, didasari gagasan bahwa belajar agama itu nggak sempurna tanpa diamalkan. Salah satu cara pengamalan itulah, muncul gagasan buat menyadarkan para pecandu narkoba.

“Di sini kami bertujuan mengembalikan kesadaran para pecandu, memberi pelayanan konseling dan konsultasi, info penanganan narkoba, juga rujukan untuk pengobatan narkoba kepada masyarakat,” papar Ustad Sahrizal, saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.

Saat ini ada 23 orang yang sedang menjalani penyembuhan di PRN Ar-Rahman, berasal dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. Mereka ini ada yang masih ‘pemula’ sampai yang udah ‘kelas kakap’ (addict), dari yang berusia 9 tahun, hingga yang sudah berusia 48 tahun. Tapi, mayoritas mereka semua adalah berstatus pemakai dan sedikit sekali yang mantan pengedar narkoba.

Menurut Ustad Sahrizal, bermacam-macam motivasi mereka masuk ke panti ini. “Setidaknya ada tiga sebab mengapa mereka masuk ke sini. Karena kesadaran, terpaksa, atau dipaksa. Yang karena sadar itu bisa dihitung jumlahnya,” beber lulusan IAIN Raden Fatah ini.

Sedangkan yang terpaksa, lanjutnya, mereka masuk panti karena terlalu banyak hutang dan terhimpit ekonomi akibat narkoba, atau karena jadi DPO aparat penegak hukum. Akhirnya, secara terpaksa mereka ini pun masuk panti. Adapun mereka yang dipaksa ialah para addict, pecandu berat dan sudah tak lagi bisa ditangani oleh keluarga mereka dan aparat berwajib. “Dua golongan terakhir (terpaksa dan dipaksa) inilah yang jadi mayoritas,” imbuhnya.

Lamanya proses penyembuhan para pasien pun berbeda-beda tergantung dari empat hal, yakni motivasi dan keinginan yang bersangkutan untuk sembuh, lalu seberapa besar tingkat ketagihan mereka, jenis obat-obatan yang dipakai, dan terakhir support dari keluarga. “Rata-rata membutuhkan waktu 5-6 bulan,” terang Ustad Sahrizal.

Mengenai proses pemulihan, menurutnya, pihaknya menggunakan metode combine, dengan mengutamakan pendekatan secara spiritual, biar mereka kembali ke kesadaran agama. Selain itu, dipakai pula therapeutic community, berisi program kegiatan yang dibuat sendiri oleh para pasien dengan didampingi seorang koordinator. Untuk pemulihan fisik, pasien juga diberi terapi pijat syaraf.

Berbeda dengan panti rehabilitasi lain yang menerapkan metode substitusi, pengobatan dengan mengurangi dosis obat secara perlahan, di sini diterapkan cold turkey. Artinya, begitu pasien masuk panti, mereka berhenti secara total dari memakai obat. “Bila ada yang sakau, kita beri mereka motivasi, diajak ngobrol dan curhat. Lagipula, tidak ada orang yang sampai mati karena sakau. Yang ada mati karena OD (overdosis),” tandasnya.

Setelah pasien keluar dan selesai dari masa penyembuhan, memang akan ada gejala kambuh (relaps). Tapi, menurutnya, relaps ini merupakan bagian dari penyembuhan. “Paling menentukan dalam proses pemulihan ini adalah masa 3 bulan setelah rehab. Ketika itu, pasien kondisinya sensitif dan mudah tersinggung,” terangnya. Faktor lingkungan keluarga sangat berperan dalam proses rehabilitasi, dan mestinya dapat mengembalikan kepercayaan diri pasien.

Halaman depan Panti Rehabilitasi Ar-Rahman.

Halaman depan Panti Rehabilitasi Ar-Rahman.

Pemulihan pecanduan narkoba ini, lanjut Ustad Sahrizal, membutuhkan proses seumur hidup. Bisa saja yang telah bertahun-tahun sembuh tiba-tiba kembali mengonsumsi narkoba. Untuk itu, setelah pemulihan, pasien tidak ‘dilepas’ begitu saja, tapi masih harus terus dipantau perkembangannya. Selain itu, di PRN Ar-Rahman ada pula program after care (pasca rehab), untuk mengasah keterampilan pasien yang berguna bagi masa depan mereka. (*)